- Diposting oleh : Teknik Industri Yudharta
- pada tanggal : Juli 17, 2026
Thailand, 18 Juli 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun produktivitas berkelanjutan melalui kegiatan “Zero Waste Corner: Training on Processing Shallot Skins into Liquid Fertilizer” yang dilaksanakan dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 di Thailand.
Kegiatan yang dilaksanakan di Muslimeen Suksa School, Thailand, tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Teknik Industri dalam menjawab permasalahan lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan pelatihan mengenai pengolahan kulit bawang merah (shallot skins) yang selama ini berpotensi menjadi limbah organik menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan.
Program Zero Waste Corner tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga memperkenalkan pola pikir waste-to-value, yaitu bagaimana sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Kegiatan tersebut sejalan dengan visi keilmuan Program Studi Teknik Industri Universitas Yudharta Pasuruan, yaitu “Produktivitas Berkelanjutan berbasis Religius Pluralistik.” Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengimplementasikan prinsip Teknik Industri dengan mengintegrasikan aspek produktivitas, efisiensi sumber daya, kepedulian lingkungan, inovasi, dan keberlanjutan dalam sebuah aktivitas pemberdayaan masyarakat di tingkat internasional.
Pengolahan kulit bawang merah menjadi pupuk cair juga menjadi praktik sederhana penerapan konsep green productivity, circular economy, dan zero waste, yaitu meningkatkan nilai guna sumber daya sekaligus meminimalkan limbah yang dibuang ke lingkungan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas tidak semata-mata diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga perlu mempertimbangkan manfaat lingkungan dan sosial.
Pelaksanaan KKN Internasional memberikan ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa Teknik Industri UYP. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi sederhana, mentransfer pengetahuan, berkomunikasi lintas budaya, serta memberikan dampak kepada masyarakat.
Berinteraksi secara langsung dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat di Thailand turut memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi lingkungan global. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk calon industrial engineer yang adaptif, inovatif, memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan, serta mampu bekerja dalam lingkungan multikultural.
Pelaksanaan kegiatan di Muslimeen Suksa School, Thailand, juga menjadi ruang aktualisasi nilai religius pluralistik yang menjadi karakter Universitas Yudharta Pasuruan. Mahasiswa belajar membangun komunikasi, menghormati budaya dan kehidupan masyarakat setempat, serta menempatkan nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sebagai bagian dari penerapan ilmu pengetahuan.
Nilai religius pluralistik tersebut diwujudkan melalui sikap saling menghormati, terbuka terhadap keberagaman, bekerja sama, serta menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan kemaslahatan bagi manusia dan lingkungan, termasuk ketika mahasiswa berada dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.
Kegiatan Zero Waste Corner dalam KKN Internasional 2026 menjadi bukti bahwa proses pendidikan Teknik Industri dapat hadir secara nyata dalam menyelesaikan persoalan sederhana di masyarakat dengan pendekatan yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan internasional seperti ini, Program Studi Teknik Industri Universitas Yudharta Pasuruan terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman akademik yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga pada kebermanfaatan dan dampak nyata. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi industrial engineer yang memiliki perspektif global, mampu mengembangkan inovasi berkelanjutan, serta tetap berakar pada nilai religius pluralistik.
Dari Muslimeen Suksa School, Thailand, mahasiswa Teknik Industri UYP membawa pesan sederhana namun bermakna: limbah bukanlah akhir dari sebuah proses, tetapi dapat menjadi awal terciptanya nilai baru.
Teknik Industri Universitas Yudharta Pasuruan
Produktivitas Berkelanjutan Berbasis Religius Pluralistik
From Local Knowledge to Global Impact.
